NILAI FILOSOFI BUDAYA SUNDA BOGOR TIMUR TERHADAP PANCASILA

 

Nama : Andini Septiani

Nim : 22020065

Prodi : Akuntansi 302-E



“ Suku Sunda adalah orang-orang yang secara turun temurun menggunakan bahasa ibu bahasa Sunda serta dialeknya dalam kehidupan sehari-hari dan berasal serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat, atau daerah yang juga sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda “ (Koentjaraningrat: 2010).



          Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri atas beragam suku bangsa dengan budaya, bahasa, dan kesenian yang unik dan berbeda satu dengan yang lain. Salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia adalah kebudayaan Sunda, yang berkembang di tanah Sunda dan masyarakatnya menggunakan bahasa Sunda.

            Budaya Sunda adalah budaya yang memang berkembang dan menetap di dalam masyarakat Sunda. Budaya Sunda dikenal sebagai budaya yang menjunjung tinggi sopan dan santun. Lazimnya, karakteristik dan kepribadian masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat yang ramah-tamah, murah senyum, lemah dan lembut, periang, serta sangat hormat kepada orang tua.

Berikut Nilai-nilai Pancasila yang terdapat didalam kebudayaan sunda :

1.    Sedekahan

Sedekahan adalah perkumpulan laki laki pada malam hari selepas sholat Isya yang isinya adalah pembacaan ayat ayat Al-Quran dan Sholawat.

            Mengapa sedekahan termasuk kedalam nilai Pancasila? Karena sedekahan adalah termasuk kedalam nilai Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

            Sedekahan termasuk rasa syukur manusia kepada Allah dilakukan dengan cara mengumpulkan warga terutama para laki laki untuk membaca ayat Al-Quran dan sholawat bersama-sama setelah itu akan dibagikan makanan yang dibungkus dengan dus makanan atau disunda lebih dikenal dengan sebutan “ Besek “.

2.     Papahare

Papahare adalah kegiatan makan bersama-sama. Kegiatan makan bersama-sama antar masyarakat. Biasanya papahare dilakukan pada siang hari, setiap warga membawa makanan ataupun minuman. Kemudian, semua makanan yang dibawa ditaruh diatas daun pisang dan kemudian dimakan bersama-sama tanpa memandang dia orang kaya atau miskin, tanpa memandang jabatan yang tinggi atau rendah. Semua ikut menikmati papahare atau makan bersama-sama.

3.    Someah

Someah, istilah yang diambil dari filosofi hidup orang Sunda "Someah Hade ka Semah" merupakan prinsip yang melekat pada tatanan Sunda yang dibangun dengan bertujuan memperkenalkan nilai budaya Suku Sunda sebagai kelompok masyarakat yang rendah hati. "Someah" berarti ramah, sedangkan "Hade ka Semah" berarti hormat atau menghargai. Ungkapan yang sederhana, namun memiliki nilai yang cukup dalam. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan dalam sebuah komunikasi sebagai ciri khas masyarakat Suku Sunda. Someah termasuk kedalam sila ke-3 yaitu Persatuan Indonesia. Dengan kita tersenyum ramah dan bersikap sopan akan merukunkan antar warga,suku dan bangsa.

4.     Ngebrukan

            Ngebrukan adalah istilah Prosesi lamaran pada pernikahan adat sunda.Ngebrukan yaitu pertemuan dua keluarga yaitu keluarga wanita dan pria untuk membicarakan hal-hal yang diperlukan ketika acara pernikahan dan berembug untuk mencapai mufakat jika kedua belah pihak memiliki perbedaan dalam menyiapkan acara pernikahan

5.  Nganteran

Di Jawa Barat tapatnya didaerah bogor timur terdapat tradisi unik yang selalu dilaksanakan beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, yaitu tradisi Ngateuran. Tradisi ini dilakukan dengan saling bertukar makanan menggunakan sebuah rantang yang berisi makanan khas Lebaran sebagai upaya untuk mempererat tali persaudaraan dan saling menghormati antar sesama.

Dalam tradisi Nganteuran, yang lazim diantar adalah makanan khas Lebaran seperti ketupat, sambal goreng kentang, opor ayam, beragam jenis kue kering, dan biasanya terdapat rangginang.

 

Adat dan budaya Suku Sunda adalah bentuk kekayaan bangsa namun sayangnya tradisi-tradisi ini perlahan mulai terkikis dan kurang terdokumentasi, hal ini dipengaruhi pula oleh kelemahan masyarakatnya sendiri, yang sekarang sudah sangat jarang berupaya untuk mengenali adat dan budaya mereka sendiri.





Komentar